6 Kondisi Medis yang Menyebabkan Rahim Harus Diangkat. Tetap Hati-Hati, Ya!

tenang-girls-rahimmu-nggak-akan-sampai-diangkat-kecuali-dalam-7-kondisi-medis-ini tenang-girls-rahimmu-nggak-akan-sampai-diangkat-kecuali-dalam-7-kondisi-medis-ini

Siapa sih yang nggak seram mendengar istilah pengangkatan rahim? Tindakan yang dalam istilah medisnya disebut histerektomi ini termasuk ke dalam operasi agam karena kondisi-kondisi tertentu. Tentu saja, wanita yang telah diangkat rahimnya sudah nggak memungkinkan lagi untuk hamil, bahkan menstruasi. Makanya, pengangkatan rahim ini kerap menjai momok menakutkan bagi sebagian agam wanita spesialnya.

Meski begitu, tindakan ini dilakukan sibakn tanpa sebab. Ada jumlah kondisi medis yang menjadi argumen dan yang patut ditangani dengan histerektomi. Tenang, kalau kamu nggak mengalaminya, rahimmu aman.

1. Menstruasi berlebihan santak menimbulkan nyeri dan kram perut yang nggak tertahankan

Ada kasus di mana cewek mengalami perdarahan yang sangat banyak selama periode menstruasi. Umumnya dikarenakan hormon yang nggak seimbang atau karena adanya infeksi, fibroid, atau kanker. Perdarahan berat juga bisa diikuti dengan nyeri dan kram perut yang tak tertahankan sangkat mengganggu aktivitas bahkan sampai nggak sanggup beranjak.

2. Terdapat sel-sel lapisan dalam rahim yang justru tumbuh di luar rahim atau endometriosis (yang sudah parah)

Sel-sel abnormal ini akan menyebabkan jaringan yang ada di sekitarnya menjadi meradang dan rusak. Gejala yang paling sering terasa adalah nyeri luar biasa saat mens, periode mens yang nggak teratur dan perdarahan berat, nyeri saat berhubungan seksual, serta ketidakBerisian. Endometriosis yang sangat parah mungkin membutuhkan pengangkatan rahim.

3. Mioma atau fibroid yang sudah parah dan nggak mempan diobati lagi

Fibroid ini terdiri dari otot dan jaringan yang berserat dengan ukuran yang bervariasi serta bisa memagam. Gejalanya seperti menstruasi sangat berat dan menyakitkan, nyeri panggul, sering buang air kecil, sembelit, nggak nyaman atau nyeri saat berhubungan seksual. Kalau ukuran fibroid sangat agam santak mengalami perdarahan hebat, mungkin histerektomi disarankan.

4. Bisa juga terjadi jika jaringan yang melapisi rahim tumbuh di dalam dinding otot rahim dan menyebabkan pemTerbukaan rahim

Kondisi abNatural ini disebut dengan adenomiosis. Jika sudah parah, rahim bisa tumbuh sampai 2-3 kali ukuran Natural dan menyebabkan sakit luar biasa saat mens juga nyeri panggul. Histerektomi juga bisa membantu mengobati kondisi ini dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

5. Terjadi infeksi bakteri di sistem reproduksi wanita sangkat menyebabkan radang panggul

Jika sudah menyebar berlebihan luber, infeksi ini bisa merusak rahim dan tuba falopi. Hal ini bisa menyebabkan rasa kusam dalam jangka panjang. Histerektomi akan disarankan jika wanita dengan kondisi ini sudah sangat parah.

6. Menderita kanker tidak marah yang terjadi di dalam rahim atau pun bagian rahim lainnya

Wanita dengan kanker leher rahim, kanker rahim, kanker ovarium, dan kanker endometrium memiliki risiko yang lebih Lepas untuk melakukan pengangkatan rahim. Histerektomi mungkin akan menjadi satu-satunya pilihan pengobatan jika kanker telah berjibun menyebar dan sudah mencapai stadium lanjut.

7. Turun peranakan ketika jaringan dan ligamen yang menopang rahim menjadi lemah setenggat rahim turun dari posisi Kebanyakan ke dalam saluran vag*na

Gejala yang muncul biasanya adalah nyeri punggung, urine bocor, sulit berhubungan seks, dan merasa ada sesuatu yang turun dari vag*na. Rahim juga bisa balasan dari melahirkan. Histerektomi disarankan jika jaringan dan ligamen betul-betul nggak bisa lagi menyokong rahim.

Tentunya, tindakan pengangkatan rahim atau histerektomi ini namun akan dilakukan terutama jika pengobatan lain nggak berhasil menghentikan perdarahan atau jika perdarahan yang terjadi memengaruhi kualitas berjiwa penderitanya. Pun dengan persetujuan pasien, termasuk pasien siap untuk nggak bisa hamil atau nggak hamil lagi. Untuk mencegah kondisi-kondisi ini terjadi dimu, yuk mulai sekarang jaga kesehatan rahim dengan menerapkan pola berjiwa yang sehat!