Investasi yang Cocok Untuk Mahasiswa

 gambar tersebut menyebutkan investasi yang cocok untuk mahasiswa gambar tersebut menyebutkan investasi yang cocok untuk mahasiswa

Investasi yang Cocok Untuk Mahasiswa

Mahasiswa adalah seorang yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi atau setara perguruan tinggi. Ia sedang belajar suatu ilmu atau ketrampilan yang diharapkan setelah lulus bisa mengantarkan dia ke profesinya dan mendapatkan hasil berupa gaji atau keuntungan lain.

Sebagian besar mahasiswa masih menggantungkan dirinya kepada orang tuanya dalam hal biaya belajarnya karena belum bekerja. Sehingga banyak mahasiswa yang mulai bekerjapart timesambil mulai berinvestasi.

Pilihan investasi bagi mahasiswa akan berbeda-beda, tergantung dari kondisi keuangannya. Berikut penjelasan jenis investasi yang sesuai untuk mahasiswa:

  1. Investasi Tanah

Investasi tanah berupa sebidang tanah yang dibuktikan dengan sertifikat kepemilikan. Dengan bertambahnya penduduk dan perkembangan wilayah, diharapkan tanah akan naik nilainya di masa depan. Dan kecenderungan investasi tanah memang naik setiap tahunnya. Kalau tanah tersebut tidak diolah, tentunya tidak banyak aktivitas yang dilakukan.

Melihat kondisi mahasiswa belum punya pekerjaan dan menggantungkan orang tuanya dalam hal keuangan, investasi tanah sangatlah sulit untuk dilakukan mahasiswa. Namun bila mahasiswa mendapatkan uang saku yang cukup banyak dari orang tua atau mempunyai penghasilan tambahan dan bisa menabungnya, maka tidak menutup kemungkinan untuk bisa membeli tanah.

Tidak harus membeli tanah di perkotaan, biasanya tanah di daerah pedesaan bisa lebih murah. Asalkan setelah dibeli, bisa mengolahnya dengan baik.

2. Investasi Saham

Jenis investasi saham masih memungkinkan dilakukan oleh mahasiswa, karena ada beberapa perusahaan yang harga sahamnya terjangkau, tidak sampai ribuan atau puluhan ribu harganya.

Hanya saja dibutuhkan pengetahuan tentang saham kalau mau berinvestasi di pasar saham. Untuk mereka yang kuliah di jurusan ekonomi, sebenarnya berinvestasi di saham mendukung sekali karena pengetahuan tentang saham berkaitan dengan mata kuliah di jurusan ekonomi, seperti mata kuliah ekonomi mikro, ekonomi makro, akuntansi, keuangan, manajemen, hukum bisnis dan lain sebagainya.

3. Investasi Mata Uang Asing

Jenis investasi ini pun sebenarnya bisa dilakukan mahasiswa mengingat harga mata uang masih relatif terjangkau. $1 masih sekitar Rp 14.000.

Namun investasi ini memiliki resiko yang tinggi karena nilai mata uang asing sangat fluktuatif dan banyak dipengaruhi oleh faktor non bisnis, seperti faktor politik. Sehingga harus memahami situasi saat akan membeli dan menjualnya.

4. Investasi Emas

Seiring dengan kemudahan dalam investasi emas, jenis investasi ini bisa dilakukan oleh mahasiswa. Saat ini untuk melakukan investasi emas tidak harus minimal 1 gram, tetapi sudah bisa melakukan investasi emas dari 0,1 gram.

Kalau 1 gram emas senilai Rp 900.000, maka hanya butuh uang Rp 90.000,- untuk memulai investasi emas. Bahkan di Pegadaian sudah ada layanan tabungan emas, yang dengan uang setara 0,01 gram emas sudah bisa berinvestasi emas.

Emas sudah terbukti sebagai salah satu jenis investasi yang paling banyak dilakukan masyarakat Indonesia, mulai dari perkotaan maupun pedesaan. Dan nilainya naik setiap tahunnya, bahkan bisa dilakukan tanpa perlu memiliki pengetahuan tentang investasi.

Kenaikan nilai emas bisa antara 10%-15%pertahun, jauh di atas bunga tabungan. Artinya investasi emas memiliki resiko yang minimal dibanding jenis investasi yang lain dan yang paling memungkinkan dilakukan oleh mahasiswa.

5. Investasi Reksadana

Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek olehManajer Investasi. Pengertian ini tercantum dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentangPasar Modal. Investasi reksadana termasukfinancial investment, sebagaimana saham atau obligasi.

Namun investasi reksadana memiliki kelebihan tidak membutuhkan uang besar untuk memulainya. Cukup dengan Rp 100.000,- sudah bisa memulai investasi reksadana. Hal inilah yang menjadi daya tarik investasi reksadana dibanding investasi lain. Dan ini sangat sesuai dengan kantong mahasiswa.

6. Investasi Deposito

Deposito juga termasukfinancial investment. Deposito hampir sama dengan tabungan tetapi deposito tidak bisa diambil sewaktu-waktu sebagaimana tabungan yang kita bisa pergi ke ATM dan menarik uang kita.

Deposito memiliki jangka waktu untuk bisa mengambilnya, mulai dari jangka waktu 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan atau 12 bulan. Semakin lama jangka waktunya, semakin besar bunga yang diberikan oleh bank.

Namun untuk bisa berinvestasi deposito, ada minimal jumlah rupiahnya tergantung dari pihak bank. Ada yang cukup dengan Rp 5 juta sudah bisa membuka deposito, namun ada yang mensyaratkan kurang atau lebih dari Rp 5 juta.

Karena adanya persyaratan minimal deposito inilah yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa saat memilih investasi deposito, mengingat banyak mahasiswa yang masih meminta uang dari orang tuanya.

Itulah beberapa pilihan dan tips investasi untuk mahasiswa yang bisa dipertimbangkan sesuai kondisi keuangan atau budget yang dimiliki.